10 Fenomena Antariksa Paling Misterius

Kamis, 30 Oktober 2014
Posted by adiet cranzie
1. Tabrakan Antar Galaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun. Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist
tabrakan_galaksi
2. Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979. Credit: NASA-MSFC.
quasar
3. Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini. Credit: Andrey Kravtsov.
dark_matter
4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini. Credit: Henze/NASA.
gravitasi_waves
5. Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta. Credit: NASA-JSC-ES&IA.
energi_vakum
6. Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda. Credit: NASA-MSFC.
mini_blackhole
7. Neutrino
Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison.
neutrino
8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi. Credit: ESO.
exoplanet
9. Radiasi Kosmik Latarbelakang
Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius). Credit: NASA/WMAP Science Team.
radiasi_kosmik
10. Antimateri
Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.Credit: Penn State U. /NASA-MSFC.
antimatter
Melihat berbagai fenomena tersebut, mengingatkan kita betapa micro sebenarnya keberadaan kita dalam alam semesta ini.
Sumber : http://muslimdaily.net/
asteroid-131011c.jpg

Skenario kiamat muncul dan tenggelam, tak terhitung banyaknya. Dari ramalan Suku Maya, planet yang konon bernama Nibiru, perang nuklir, asteroid raksasa yang menabrak Bumi. Sejauh ini tak terbukti. 

Tapi ada satu prediksi akhir dunia yang masih membebani pikiran para astronom lebih dari setengah abad. 

Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) selama ini terus mengawasi asteroid yang diberi nama 1950 DA. Yang diperkirakan berpotensi menabrak planet manusia pada 16 Maret 2880.

Asteroid tersebut memiliki diameter dua per tiga mil, atau sekitar 1 kilometer lebih. Ia bergerak dengan kecepatan 15 km per detik. Ia diperkirakan bisa jatuh di Samudera Atlantik dengan kecepatan 38 ribu mil per jam atau 61 ribu kilometer per jam. 

Seperti dimuat Daily Mail, 11 Oktober 2013, jika sampai membentur Bumi, daya ledak 1950 DA setara dengan 44.800 megaton TNT. 

Meski kemungkinan tabrakan relatif kecil, hanya 0,3 persen, namun kalau sampai terjadi, risikonya 50 persen lebih besar dari dampak tabrakan asteroid lain. 

Selama sejarah panjang keberadaan Bumi, asteroid dengan ukuran seperti itu sudah beberapa kali menabrak Bumi. Misalnya asteroid yang mengakibatkan kepunahan massal di era Cretaceous/Tertiary (KT) yang membuat dinosaurus punah. 

Ditemukan 23 Februari 1950

Asteroid 1950 DA ditemukan pada 23 Februari 1950. Kala itu, ia teramati selama 17 hari sebelum akhirnya menghilang selama setengah abad. 

Lalu, sebuah obyek yang ditemukan pada 31 Desember 2000 ternyata adalah 1950 DA yang telah lama raib. Penampakan di malam tahun baru itu tepat 200 tahun setelah penemuan asteroid pertama, Ceres. 

Lantas diketahui, asteroid 1950 DA memiliki lintasan dekat dengan Bumi pada 16 Maret 2880. Potensi trabrakan tak boleh dikesampingkan. 

Apalagi, pengamatan optik menunjukkan asteroid itu berotasi setiap 2,1 jam, berputar tercepat kedua yang pernah diamati untuk batu angkasa seukuran itu.  

Meski demikian, para ilmuwan mengklaim, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Tak usah panik. 

Sebab, manusia masih punya waktu panjang untuk mengalihkan orbit asteroid itu. Dengan metode sederhana dengan melapisi permukaannya dengan kapur putih, misalnya. Cara itu akan mereflektifitas asteroid dan memungkinkan sinar matahari berperan mendorongnya dari jalur menuju Bumi. 

Para ilmuwan planet juga makin maju menemukan cara memperkecil risiko tabrakan asteroid. 

Mengamati pergerakan batu angkasa adalah sebuah keharusan. Sebab, ada sekitar 1.400 asteroid yang bisa melintas dekat Bumi, bukan tak mungkin mereka lolos dari pembakaran atmosfer dan menghujam planet ini.

Asteroid yang dikategorikan berpotensi mengancam adalah yang berukuran besar, setidaknya 140 meter dan melintas lebih dekat dari 75 juta kilometer. 

NASA kini mengembangkan sensor asteroid yang bisa meningkatkan kemampuan pelacakan. Instrumen sensor itu disebut Near Earth Object Camera (NEOCam). Setelah diluncurkan, teleskop yang berbasis di angkasa itu akan  diposisikan di lokasi sekitar empat kali jarak antara Bumi dan bulan.

Dari ketinggian itulah, NEOCam menjadi alat manusia untuk mengobservasi obyek dekat Bumi. Tanpa halangan awan dan cahaya matahari. Lebih akurat. 

Komitmen NASA mengawasi benda-benda yang berpotensi membahayakan Bumi dan segala kehidupan di dalamnya terlihat saat Pemerintah Amerika Serikat 'shutdown' mulai Selasa 1 Oktober 2013 pukul 00.01 waktu setempat.

Meski banyak karyawan NASA dirumahkan, badan antariksa itu tak berhenti mengawasi asteroid. "Sistem deteksi masih terus berjalan," kata Tim Spahr, Direktur Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts, beberapa waktu lalu. 

SUMBER : http://news.liputan6.com/
ufo-terlihat-131015c.jpg

Penampakan tak biasa terpantau dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang mengorbit di ketinggian sekitar 360 kilometer: awan aneh yang mengambang di atas Bumi. 

Para astronot tak ketinggalan mengabadikan fenomena yang terjadi 10 Oktober 2013 lalu, dan mengirim fotonya ke Bumi. Astronot NASA Mike Hopkins dan astronot Badan Antariksa Eropa (ESA), Luca Parmitano memajang foto awan tersebut di akun Twitter mereka. 

"Melihat sesuatu diluncurkan ke angkasa hari ini," tulis Hopkins dalam Twitternya, Kamis 10 Oktober 2013, seperti Liputan6.com kutip dari situs sains, SPACE.com, 15 Oktober 2013. "Tak yakin apa itu, tapi jejak awan yang ditimbulkannya sangat luar biasa."  

Awalnya, Hopkins tidak yakin apa gerangan yang menciptakan awan aneh yang terlihat ada di luar jendela laboratorium yang mengorbit. 

Sementara, di Rusia, sejumlah orang melaporkan dugaan penampakan UFO, dilengkapi bukti rekaman video yang menunjukkan benda mirip komet yang terbakar sedang melesat di angkasa. Ditambah foto dari ISS, maka 2 spekulasi pun muncul: UFO atau hantu. 

Namun, jawaban kemudian muncul. Melalui tweet-nya, astronot Luca Parmitano menjernihkan duduk permasalahan. 

"Peluncuran rudal terlihat dari angkasa: kejutan yang tak terduga!" tulis dia sehari kemudian.  Salah satu foto yang diambil astronot Italia 

itu menunjukkan awan putih berkelak-kelok yang ditimbulkan rudal, juga  fitur awan tipis yang terbentuk di luar angkasa setelah misil hancur .  


Dugaan sang astronot terkonfirmasi. Kala itu Strategic Rocket Forces Rusia memang meluncurkan rudal, demikian isi blog yang diposting diRussianForces.org. Misil Topol/SS-25 -- atau sebut saja Topol --diluncurkan dari  Kapustin Yar ke lokasi uji coba Sary Shagan di Kazakhstan.

"Menurut perwakilan Rocket Forces, uji coba dilakukan untuk mengonfirmasi karakteristik rudal Topol, untuk menguji sistem di lokasi uji coba Sary Shagan, dan menguji muatan tempur baru untuk rudal balistik antarbenua." 

Rusia juga melakukan tes serupa dari Kapustin Yar ke Sary Shagan pada Juni 2012. 

Sementara, analis luar angkasa NBC News, James Oberg mengatakan, di masa lalu peluncuran serupa bahkan memicu penampakan diduga UFO hingga ke Israel dan Suriah. "Jika cuaca sedang cerah, kita boleh berharap akan bisa menonton video spektakuler di YouTube atau RUTube," kata dia. Pastinya video yang diklaim UFO.

Namun, Oberg mengaku, awalnya tak memperkirakan peluncuran rudal bisa menciptakan gambaran mengerikan yang terpantau dari ISS. "Awan rudal tak simetris atau terdistribusi dengan baik," kata Oberg. 

Awan itu terlihat memiliki bentuk meski terbentuk dari partikel gas yang bergerak pada kecepatan 100.000 kaki per detik. "Awan itu terlihat karena ia menyala panas, juga andil dari sinar matahari."

Meski relatif dekat dengan ISS, rudal Topol tersebut tak akan membahayakan astronot yang ada di sana. Tak seperti puing-puing satelit yang menabrak stasiun luar angkasa, dan membuat astronot terjebak di belantara langit, seperti dalam Film 'Gravity'

Bahkan ketika rudal itu didorong hingga melebihi tinggi ISS. "Tak cukup cepat untuknya bisa sampai ke ISS dan mengakibatkan bahaya."

Sementara, astronom penulis buku 'Bad Astronomy', Phil Plait mengaku ingin bersenang-senang membayangkan awan tersebut adalah adegan yang dihapus dari 'Gravity'. Menurut dia, sah-sah saja orang berpikir awan dengan bentuk ubur-ubur dari rudal Topol terlihat amat dekat dengan ISS. 

Jadi, kasus ditutup. Jawabannya bukan UFO atau makhluk halus semacam hantu. 

Tapi bagi mereka yang gemar teori konspirasi, masih ada pernyataan yang belum terjawab. Apa yang dilakukan tiga kosmonot Rusia saat saat Topol diluncurkan? Apakah waktu peluncuran sengaja disesuaikan sehingga ketiganya bisa mengawasi performa rudal dan hulu ledaknya? Apakah itu senjata perang termutakhir Rusia? Silakan berspekulasi...

Sumber : http://news.liputan6.com/

Fenomena UFO di masa kehidupan Rasulullah ?

Jumat, 17 Oktober 2014
Posted by adiet cranzie
Unidentified Flying Object atau disingkat UFO, merupakan istilah bagi benda terbang tak dikenal untuk seluruh fenomena penampakan benda terbang.
UFO adalah object yang tidak bisa diidentikasikan oleh pengamat dan tetap belum teridentifikasi, meskipun telah diselidiki (wikipedia).
ufopayung
Banyak versi tentang asal muasal UFO. Ada yang berpendapat UFO adalah kendaraan Alien dari Planet lain, ada lagi yang mengatakan bagian konspirasi negara-negara maju dan ada juga yang berpendapat UFO adalah salah satu bentuk penampakan makhluk gaib (Jin).
Salah satu bentuk Penampakan UFO, bisa kita lihat pada video berikut :


Kisah UFO di masa Rasulullah
Ternyata fenomena penampakan UFO, juga terjadi di masa Rasulullah.
Ketika salah seorang Sahabat, yang bernama Usaid bin Hudlair ra., sedang membaca Al Qur’an, tiba-tiba kuda yang ia tambatkan berprilaku aneh.
Dan setelah ia melihat ke atas, ternyata ada benda berbentuk awan terang, seperti lampu-lampu yang naik membumbung di udara
Bunyi hadis lengkapnya adalah :
Hadis Riwayat Imam Ahmad…

[Sumber : Hadis Online]
Telah menceritakan kepada kami Ya’qub berkata; aku mendengar Bapakku dari Yazid bin Al Had bahwa Abdullah bin Khabbab menceritakan kepadanya bahwa Abu Sa’id Al Khudri menceritakan kepadanya,
bahwa pada suatu malam ketika Usaid bin Hudlair sedang membaca Al Qur`an di dekat penambatan kudanya, kudanya bangun dan berputar-putar, kemudian dia membaca lagi dan kudanya berputar-putar lagi, kemudian dia membaca lagi dan kudanya berputar-putar lagi,
setelah itu Usaid berkata; “Aku khawatir kalau-kalau kudaku menginjak yahya anakku, maka aku berhenti membaca,
dan ternyata di atas kepalaku ada sesuatu seperti awan terang seperti lampu-lampu, ia terus naik membumbung ke udara sampai aku tak bisa melihatnya.”…
Ketika hal aneh tersebut diceritakan kepada Rasulullah, maka Rasulullah meng-informasikan bahwa benda itu adalah sosok malaikat, yang ikut mendengarkan bacaan Al Qur’an dariUsaid ra.
Sebagaimana Malaikat Jibril bersama Rasulullah, berkendaraan Buraq ketika Perjalanan Isra Miraj. Apakah UFO yang dilihat Usaid ra., merupakan salah satu jenis Wahana Kendaraan Para Malaikat ?
WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber : http://kanzunqalam.com/

Kawah di Siberia
Kawah di Siberia (Siberian Times)

Liputan6.com, Siberia - Sejumlah lubang misterius mirip sinkhole(lubang runtuhan) yang berukuran raksasa ditemukan di Siberia, salah satunya di wilayah terpencil di Semenanjung Yamal, yang berarti 'akhir dunia', dalam bahasa penduduk asli Nenets. Penemuan tersebut memicu banyak spekulasi tentang asal-usulnya. Kini, sebuah laporan tersebut menawarkan penjelasan alternatif soal teka-teki lubang tersebut, bahkan mengklaim ada kaitannya degan misteri Segitiga Bermuda. Apa hubungannya? 

Namun, sejumlah ilmuwan lain yang tak terlibat dalam penyusunan laporan terbaru berpendapat, mekanisme sinkhole yang aneh itu, bagaimanapun, tak menjelaskan peristiwa kehilangan kapal, pesawat, atau manusia di Segitiga Bermuda -- area laut imajiner yang menghubungkan 3 wilayah yaitu Bermuda, San Juan - Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat. 

Juli lalu, penggembala rusa Siberia menemukan kawah raksasa yang menganga di Semenanjung Yamal. Tak hanya itu, 2 lubang aneh lain juga ditemukan, satu di Distrik Taz dan lainnya di Semenanjung Taymyr. Sementara para ilmuwan berspekulasi soal penyebanya, asal usul mereka masih jadi misteri.

Pada bulan yang sama, ilmuwan Rusia menuliskan studi mereka di jurnalNature, yang menyebut ledakan gas yang terperangkap dalam permafrost atau tanah beku -- yang dikenal sebagai metana hidrat (methane hydrates) -- mungkin membentuk sinkhole raksasa itu. Mereka menyebut, udara dekat dasar kawah diketahui mengandung konsentrasi tinggi metana yang luar biasa.


Kini, para peneliti bahkan melompat lebih jauh dengan mengatakan bahwa metana hidrat bertanggung jawab atas lenyapnya kapal dan pesawat serta manusia di Segitiga Bermuda -- yang sampai kini belum terungkap. Demikian dikabarkan Siberian Times,  yang mengutip laporan Science in Siberia -- media mingguan yang diterbitkan cabang Russian Academy of Sciences. 

Meski keberadaan Segitiga Bermuda masih kontroversial, para ilmuwan berpegang pada gagasan bahwa terlepasnya gas metana bisa menenggelamkan kapal di sejumlah perairan. 

"Jadi mungkin bahwa sinkhole yang sama, yang terbentuk di laut, juga memproduksi gas hidrat yang terdekomposisi," kata Vladimir Romanovsky, ahli geofisika yang mempelajari permafrost dari University of Alaska Fairbanks, yang tak terlibat dalam penelitian, seperti dikutip dari situs sains LiveScience, Rabu (15/9/2014). 

Metana biasanya relatif padat di dasar laut. Stabil pada tekanan lebih dari 35 bar dan pada suhu rendah. Namun, sekali robek, ia akan pecah dan membentuk gelembung gas yang naik lalu meledak di permukaan air. 

"Gas hidrat diketahui ada di sepanjang tepi benua di Atlantik Utara AS, dengan  area luas di Blake Ridge sebelah utara Segitiga Bermuda," kata Benjamin Phrampus, ilmuwan bumi dari Southern Methodist University, Dallas. 

Tenggelamkan Kapal


Dalam studi yang dipublikasikan American Journal of Physics pada 2003, gelembung yang muncul dari lepasnya metana dari dasar laut memang bisa membuat sebuah kapal tenggelam. 

Dalam melakukan studi tersebut, para ilmuwan membuat model lambung kapal dan melepaskan gelembung di bawahnya, dan merekam apa yang terjadi. Ternyata, jika kapal tersebut berada tepat di atas gelembung, maka ia akan kehilangan daya apung dan karam.

Namun, meski fenomena tersebut berlaku pada model kapal, belum ada bukti bahwa itu terjadi di dunia nyata. Demikian kata Phrampus. Apalagi, pelepasan metana dalam skala besar tak pernah dilaporkan sepanjang sejarah -- terkait hilangnya kapal dan pesawat di area diduga Segitiga Bermuda.
Kali terakhir lantai laut di area itu menjadi ventilasi gas adalah setelah Zaman Es (ice age), sekitar 20 ribu tahun lalu. 

"Aku menganggap itu sebagai teori yang menarik. Tak lebih," kata  Phrampus. 

Angkatan Laut AS atau US Navy tidak meyakini adanya Segitiga Bermuda. Sementara U.S. Board on Geographic Names tidak mengakuinya sebagai nama resmi. Belakangan, menurut pasar asuransi Lloyd's of London, tak ada lagi kapal yang tenggelam di area itu.

Sumber : http://news.liputan6.com/

Fenomena Gol Bunuh Diri di Piala Dunia

Selasa, 17 Juni 2014
Posted by adiet cranzie

Tidak hanya pencetak gol terbanyak, pemain terbaik bahkan juara Piala Dunia yang akan selalu diingat oleh penikmat sepakbola seantero jagat raya. Pemain yang melakukan gol bunuh diri juga patut diingat. Selalu ada saja “fenomena” gol bunuh diri yang tercipta di ajang empat tahunan ini, ingatkah kalian bagaimana pemain Denmark merupakan tim pertama yang melakukannya di Piala Dunia 2010 lalu, saat mereka bertanding melawan Belanda pada partai pertama penyisihan Grup F tersebut.

Fenomena memalukan itu terjadi pada awal babak kedua sekitar menit 50. Ketika pemain belakang AZ Alkmaar, Simon Poulsen mencoba memotong umpan silang dari  Robin van Persie. Namun, tandukannya mengenai tubuh rekannya di timnas Daniel Agger dan bola meluncur deras menuju gawang yang dikawal Thomas Sorensen, menyebabkan tim berjuluk Danish Dynamite kalah dengan skor 0-2 atas negara Kincir Angin tersebut.

Membahas mengenai fenomena gol bunuh diri di Piala Dunia, pertama kali terjadi pada PIala Dunia tahun 1938 oleh pemain Swiss, Ernst Lotscher, ketika melawan Jerman Barat di putaran pertama.

Tradisi ini seperti terus berlanjut ke Piala Dunia 1954, 1998 dan 2006 merupakan Piala Dunia dengan paling banyak tercipta gol bunuh diri yakni sebanyak empat gol. Pertandingan antara Amerika Serikat melawan Portugal di Piala Dunia 2002 tercatat sebagai pertandingan yang melahirkan gol bunuh diri paling banyak, yakni dua gol. Satu untuk masing-masing tim.

Andres Escobar melakukan gol bunuh diri.

Namun, peristiwa gol bunuh diri yang paling fenomenal saat Piala Dunia pada tahun 1994. Dimana pemain bertahan milik Kolombia, Andres Escobar, ditembak mati oleh sekelompok orang tidak dikenal setelah membobol gawang timnya sendiri saat melawan Amerika Serikat. Tentunya gol bunuh diri merupakan kesalahan yang manusiawi, bumbu-bumbu dalam pertandingan yang membuat pertandingan semakin seru untuk dilihat.

Well, mari kita nantikan akankah tercipta gol bunuh diri di Piala Dunia 2014 ini.

10 Fenomena Penuh Misteri di Luar Angkasa

Selasa, 10 Juni 2014
Posted by adiet cranzie




http://kompasnia.blogspot.com
1. Tabrakan Antar Galaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasitabrakan Andromeda dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist
2. Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.Credit: NASA-MSFC
3. Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hinggainvisible black hole. Jikadark matterbenar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.Credit: Andrey Kravtsov
4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.Credit: Henze/NASA
5. Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatandari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.Credit: NASA-JSC-ES&IA
6. Mini Black Hole
Jika teori gravitasi“braneworld”yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan miniblack holestersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.Credit: NASA-MSFC
7. Neutrino
Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatanyang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison
8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.Credit: ESO
9. Radiasi Kosmik Latar belakang Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saatBig Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyekWMAPmenunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).Credit: NASA/WMAP Science Team
10. Antimateri
Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.

Welcome to My Blog

Popular Post

Total Tayangan Laman

About Me

- Copyright © Fenomena -Fenomena langka- Powered by Blogger - Designed by ADIET -